BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Minat menurut bahasa artinya kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu atau suka terhadap sesuatu (Frista Arimanda,).
Di dalam Ensiklopedi Umum disebutkan bahwa minat adalah kecenderungan bertingkah laku yang terarah pada suatu objek kegiatan atau pengalaman tertentu (Hasan Shadily, 1983).
Belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami, sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan, maka terjadilah sutu perubahan kelakuan pada siswa, yang meliputi perubahan kognitif, psikomotor serta perubahan afektif. Untuk meningkatkan minat tersebut, diperlukan suatu proses melalui pembelajaran secara berkelompok.
B. Defenisi Belajar
Menurut Mohammad Surya (1997), belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Dari pengertian tersebut di atas belajar merupakan suatu proses, yaitu suatu kegiatan, bukan merupakan suatu hasil atau tujuan. Yang menjadi hasil dari belajar bukanlah semata-mata penguasaan suatu materi tertentu, melainkan terjadinya suatu perubahan tingkah laku. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang bermutu yang dapat menyenangkan dan menimbulkan minat bagi siswa.
Belajar dan pembelajaran tidaklah dapat disamakan, namun keduanya memiliki dimensi yang sama. Menurut Zainal Muttaqien (2008), pembelajaran berasal sari kata “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada seseorang supaya diketahui (diturut), kemudian ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi pembelajaran yang mempunyai arti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar.
C. The Study Group
The study group (kelompok belajar), metode ini memberikan tanggungjawab kepada peserta didik untuk mempelajari materi pelajaran dan menjelaskan isinya dalam kelompok tanpa kehadiran pengajar (Melvin L Silberman, 2002).